Yogyakarta | Polres Kulon Progo menggelar tradisi welcome and farewell parade di markasnya pada Jumat (23/10). Kegiatan tersebut menandai pergantian kepemimpinan di lingkungan kepolisian setempat, dengan menyambut AKBP Agus Prihadinika sebagai kapolres baru sekaligus melepas AKBP Ridho Hidayat. Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian serah terima tugas yang menghubungkan pejabat lama dan pejabat baru. Melalui parade, personel memberikan penghormatan kepada pemimpin yang mengakhiri masa tugasnya serta menyatakan sambutan kepada pimpinan yang akan melanjutkan tanggung jawab. Acara berlangsung di markas Polres Kulon Progo dan menjadi perhatian bagi keluarga besar kepolisian di wilayah tersebut.
Penyambutan Agus Prihadinika menjadi momen awal bagi kapolres baru untuk memasuki lingkungan kerja dan mengenal jajaran personel Polres Kulon Progo. Sementara itu, pelepasan Ridho Hidayat menandai berakhirnya tugasnya sebagai kapolres di daerah tersebut. Pergantian jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi kepolisian, sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga kesinambungan pelayanan dan pelaksanaan tugas. Dalam konteks itu, parade tidak hanya memiliki unsur seremonial, tetapi juga memperlihatkan penghargaan terhadap proses pergantian kepemimpinan. Kegiatan tersebut menghubungkan dua masa pengabdian melalui prosesi yang melibatkan institusi dan para personel.
Tradisi welcome and farewell parade juga menyediakan ruang bagi jajaran untuk menyampaikan penghormatan secara langsung kepada pejabat yang datang maupun yang berpamitan. Kehadiran kapolres baru diharapkan dapat memperkuat koordinasi internal serta mendukung pelaksanaan tugas Polres Kulon Progo. Pada saat yang sama, pelepasan pejabat sebelumnya menjadi bentuk apresiasi atas pengabdiannya selama memimpin satuan tersebut. Rangkaian penyambutan dan perpisahan ini menggambarkan bahwa perubahan kepemimpinan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penghormatan. Dengan demikian, kegiatan di markas pada Jumat (23/10) menjadi penanda resmi pergantian Kapolres Kulon Progo, dari AKBP Ridho Hidayat kepada AKBP Agus Prihadinika, tanpa mengabaikan kesinambungan tugas kepolisian kepada masyarakat.
AKBP Agus Prihadinika resmi memimpin Polres Kulon Progo, menggantikan AKBP Ridho Hidayat. Pergantian ini menandai perubahan pejabat yang memegang tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan kepolisian setempat. Agus kini menjadi Kapolres Kulon Progo, sementara Ridho memperoleh penugasan baru sebagai Wakapolresta Sleman.
Perubahan jabatan tersebut menempatkan Agus sebagai pimpinan baru Polres Kulon Progo. Dalam menjalankan tanggung jawabnya, ia meminta kerja sama dari seluruh personel. Permintaan itu menjadi pesan penting bagi jajaran internal dalam menyambut kepemimpinan baru dan menjalankan tugas kepolisian secara bersama-sama. Kerja sama personel diperlukan agar pelaksanaan tugas di lingkungan Polres dapat berlangsung selaras di bawah pimpinan yang baru.
Di sisi lain, penugasan Ridho sebagai Wakapolresta Sleman menjadi bagian dari perubahan posisi dalam kepemimpinan kepolisian di wilayah tersebut. Dengan demikian, terdapat dua perubahan yang jelas: Agus menggantikan Ridho sebagai Kapolres Kulon Progo, sedangkan Ridho menjalankan tugas baru di Sleman. Informasi ini menegaskan posisi masing-masing pejabat setelah pergantian berlangsung.
Bagi masyarakat, kabar mengenai pergantian Kapolres memberikan kejelasan mengenai siapa yang kini memimpin Polres Kulon Progo. Agus memegang jabatan tersebut setelah menggantikan Ridho, dan permintaan dukungan personel menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam menjalankan tanggung jawab organisasi. Sementara itu, Ridho melanjutkan tugasnya dengan jabatan Wakapolresta Sleman. Uraian mengenai pergantian ini berfokus pada perubahan jabatan dan penugasan yang telah disebutkan, tanpa menambahkan keterangan mengenai proses pergantian ataupun alasan di balik penugasan baru.
Dengan susunan jabatan tersebut, Agus Prihadinika menjadi Kapolres Kulon Progo dan Ridho Hidayat menjadi Wakapolresta Sleman. Keduanya menempati tanggung jawab yang berbeda setelah perubahan jabatan ini. Bagi personel Polres Kulon Progo, kepemimpinan Agus menjadi acuan baru dalam koordinasi internal, sementara permintaannya agar jajaran bekerja sama menegaskan bahwa dukungan personel merupakan unsur penting untuk menjalankan tugas kepolisian. Keterangan inti pergantian pun jelas: Agus memimpin Polres Kulon Progo menggantikan Ridho, yang mendapat tugas baru di Sleman.
Dalam sambutannya, Agus Prihadinika menyampaikan penghargaan kepada pejabat sebelumnya atas kerja keras dan kepemimpinan yang telah diberikan selama bertugas di wilayah hukum Kulon Progo. Ia menilai kontribusi tersebut berperan penting dalam menjaga situasi wilayah tetap kondusif serta mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Penghargaan itu disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas upaya yang telah dilakukan, sekaligus penghormatan terhadap tanggung jawab yang sebelumnya diemban. Pergantian jabatan, menurut pesan yang disampaikan, menjadi kesempatan untuk meneruskan pekerjaan yang sudah berjalan dan menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat. Agus juga mengakui bahwa upaya menjaga keadaan wilayah membutuhkan kerja bersama, ketekunan, serta kepemimpinan yang mampu menyatukan pelaksanaan tugas. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi pejabat terdahulu dalam memimpin personel dan menjalankan tanggung jawabnya, tanpa mengabaikan tantangan yang dihadapi selama bertugas. Pernyataan tersebut menempatkan pengalaman dan hasil kerja sebelumnya sebagai landasan yang patut dihargai dalam melanjutkan pengabdian.
Dalam kesempatan yang sama, Agus meminta dukungan serta kerja sama seluruh personel Polres Kulon Progo. Dukungan itu diperlukan agar amanah pelayanan kepada masyarakat dapat dijalankan dengan baik. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam melaksanakan tugas, sehingga setiap personel dapat bekerja selaras dan mendukung tujuan organisasi. Permintaan tersebut juga menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai Kapolres tidak dapat dijalankan secara sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi dan komitmen dari seluruh jajaran. Dengan dukungan personel, pelaksanaan tugas diharapkan tetap terarah, sementara kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian dalam setiap pelayanan. Kerja sama internal menjadi unsur penting untuk meneruskan upaya menjaga kondisi wilayah hukum Kulon Progo serta memastikan tugas kepolisian terlaksana secara konsisten. Agus mengajak personel untuk mendukung amanah baru yang diembannya melalui pelaksanaan tanggung jawab masing-masing. Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan berkaitan dengan kesediaan seluruh jajaran untuk bekerja bersama.
Sambutan tersebut memadukan penghargaan terhadap kepemimpinan sebelumnya dengan ajakan untuk memperkuat kerja sama pada masa kepemimpinannya. Agus tidak hanya menyoroti pentingnya menjaga kondisi wilayah, tetapi juga mengarahkan perhatian pada pelayanan masyarakat sebagai amanah yang harus dilaksanakan dengan baik. Dukungan personel menjadi harapan utama agar kesinambungan tugas dapat terjaga setelah pergantian jabatan. Melalui kerja sama yang solid, jajaran kepolisian diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing dengan bertanggung jawab dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Pesan Agus menempatkan kolaborasi sebagai dasar dalam menjalankan tugas, sekaligus mengakui kerja keras pejabat sebelumnya. Hal tersebut mencerminkan upaya membangun hubungan kerja yang berkesinambungan di lingkungan Polres Kulon Progo, dengan perhatian pada kondisi wilayah dan kualitas pelayanan. Permintaan dukungan itu juga menjadi ajakan bagi seluruh personel untuk menjaga komitmen dalam bertugas, sehingga amanah pelayanan dapat ditunaikan secara bersama-sama dan sebaik mungkin.
Dalam salam perpisahannya, Ridho Hidayat menekankan bahwa terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kulon Progo merupakan hasil kontribusi seluruh anggota kepolisian setempat. Dedikasi dan kerja keras personel, menurut pesan yang disampaikannya, menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas menjaga lingkungan masyarakat agar tetap aman dan tertib. Upaya tersebut tidak hanya bergantung pada satu orang atau satu jabatan, melainkan memerlukan keterlibatan anggota yang melaksanakan tanggung jawabnya secara konsisten.
Ridho juga mengingatkan bahwa situasi aman dan terkendali bukan keadaan yang terjadi dengan sendirinya. Kondisi itu perlu terus diupayakan bersama melalui pelaksanaan tugas kepolisian serta perhatian terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Pesan tersebut menempatkan pemeliharaan kamtibmas sebagai pekerjaan yang berkelanjutan, sehingga diperlukan kesungguhan dan kerja sama dari para personel dalam menjalankan peran masing-masing.
Baca juga: Kerja Sama Pertahanan Strategis Indonesia-Prancis | Menerima Kunjungan Persahatan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Maroko






