Pasokan LPG Diperkuat untuk Menopang Aktivitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Pasokan LPG Diperkuat untuk Menopang Aktivitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Kabupaten Lombok Tengah | PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan liquefied petroleum gas (LPG) selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi di tengah bertambahnya mobilitas masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat.

Penguatan pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar selama ajang balap internasional berlangsung. Kehadiran penonton, kru, wisatawan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan balapan diperkirakan mendorong kenaikan permintaan terhadap kebutuhan harian, termasuk LPG. Pertamina Patra Niaga menyiapkan dukungan distribusi dengan memperhatikan perkembangan konsumsi di wilayah sekitar lokasi acara dan daerah penyangga.

LPG memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan ekonomi selama periode penyelenggaraan. Selain digunakan untuk memasak di rumah, energi tersebut menjadi kebutuhan utama bagi usaha kuliner, warung makan, restoran, hotel, penginapan, dan berbagai layanan wisata. Peningkatan kunjungan juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melayani permintaan makanan serta minuman dari penonton dan wisatawan.

Dengan ketersediaan LPG yang diperkuat, pelaku usaha di sekitar Mandalika dapat menjalankan operasional secara lebih optimal tanpa terganggu oleh keterbatasan bahan bakar untuk kegiatan memasak. Dukungan ini turut membantu menjaga kesinambungan layanan bagi masyarakat dan pengunjung selama rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pengelolaan pasokan secara terukur juga diperlukan agar distribusi tetap menjangkau kebutuhan rutin masyarakat setempat, sekaligus mengakomodasi peningkatan konsumsi yang muncul selama balapan.

Antisipasi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan energi tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan di sirkuit, tetapi juga dengan ekosistem ekonomi yang tumbuh di sekitarnya. Ketika pasokan LPG tersedia secara memadai, rumah tangga, UMKM, sektor kuliner, dan pelaku pariwisata dapat beraktivitas dengan lebih tenang sepanjang perhelatan berlangsung.

Penguatan pasokan LPG dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan energi di wilayah yang mendukung pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Di Lombok, pasokan LPG ditingkatkan hingga 200 persen. Penambahan tersebut menjadi bagian dari kesiapan penyaluran energi untuk menjaga ketersediaan LPG selama periode balapan, terutama ketika aktivitas masyarakat dan kegiatan usaha mengalami peningkatan.

Sementara itu, pasokan LPG di Sumbawa dinaikkan hingga 100 persen. Peningkatan di wilayah ini melengkapi penguatan pasokan di Lombok, sekaligus memastikan wilayah pendukung memperoleh dukungan energi sesuai dengan kebutuhan selama berlangsungnya rangkaian aktivitas terkait balapan. Penyesuaian kapasitas penyaluran tersebut dilakukan berdasarkan potensi kenaikan permintaan di masing-masing wilayah.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa tambahan pasokan disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan energi selama periode balapan. Kebutuhan tersebut berasal dari rumah tangga maupun pelaku usaha. Menurutnya, kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara turut mendorong aktivitas ekonomi di Mandalika dan wilayah pendukungnya. Kondisi itu dapat meningkatkan kebutuhan LPG, baik untuk memenuhi keperluan sehari-hari masyarakat maupun mendukung operasional usaha yang melayani aktivitas wisatawan dan kegiatan ekonomi setempat. Dengan peningkatan pasokan hingga 200 persen di Lombok dan 100 persen di Sumbawa, penyaluran LPG disiapkan untuk mengikuti perkembangan kebutuhan energi di kedua wilayah tersebut selama periode Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran penyaluran LPG di tengah meningkatnya aktivitas di sekitar penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Koordinasi tersebut dilakukan bersama pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai distribusi, sehingga pergerakan pasokan dapat dipantau secara lebih intensif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan LPG tersedia sesuai kebutuhan, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang menjalankan kegiatan pelayanan selama periode aktivitas tersebut.

Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa kebutuhan di lapangan terus dipantau. Menurutnya, jaringan distribusi juga dikoordinasikan agar pasokan dapat menjangkau masyarakat. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan dan ketersediaan LPG di berbagai titik, sekaligus mendukung penyaluran melalui jaringan yang telah berjalan. Dengan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, setiap pihak dapat menyesuaikan pelaksanaan distribusi berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan.

Upaya tersebut turut memperhatikan kebutuhan pelaku usaha yang melayani wisatawan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ketersediaan LPG diperlukan untuk mendukung aktivitas usaha, termasuk layanan yang berkaitan dengan penyediaan makanan dan kebutuhan lain bagi pengunjung. Pada saat yang sama, Pertamina Patra Niaga tetap memastikan penyaluran LPG untuk kebutuhan harian masyarakat dapat berjalan. Keseimbangan kebutuhan kegiatan usaha dan konsumsi rumah tangga dijaga melalui pemantauan serta koordinasi distribusi secara intensif, sehingga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap energi yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dukungan energi untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut diperkuat melalui penyediaan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan Pertamina Patra Niaga dalam mendukung kelancaran aktivitas kuliner dan perdagangan selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ketersediaan bahan bakar yang memadai diharapkan membantu UMKM menjalankan kegiatan usaha secara lebih lancar, terutama ketika jumlah pengunjung meningkat di sekitar lokasi acara.

Sebanyak 100 tabung Bright Gas disalurkan kepada UMKM binaan Dinas Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah. Para pelaku usaha tersebut beraktivitas di area Lombok Sumbawa Festival Grandstand B, salah satu kawasan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendukung ajang. Penyaluran ini memberikan tambahan dukungan bagi UMKM yang menyediakan makanan, minuman, serta produk lokal bagi penonton dan pengunjung.

Selain itu, 25 tabung Bright Gas diberikan kepada UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berjualan di area tunnel. Bantuan tersebut melengkapi dukungan operasional bagi pelaku usaha di kawasan penyelenggaraan, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan energi untuk proses memasak dan menyiapkan produk selama kegiatan berlangsung. Penyediaan tabung dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi aktivitas UMKM agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Kitty menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memenuhi kebutuhan energi usaha sekaligus memberi kenyamanan bagi wisatawan yang menikmati kuliner dan produk lokal. Dukungan ini menunjukkan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menyukseskan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pengembangan pariwisata olahraga. Dengan melibatkan UMKM dan mendukung kegiatan ekonomi di sekitar lokasi, ketersediaan energi turut membantu memperluas manfaat penyelenggaraan bagi perekonomian daerah.