KOTA BEKASI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Tim panjat tebing Indonesia pada nomor lead putra dan putri belum berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Persaingan nomor tersebut berlangsung di Kinjofuto, Nagoya, pada Sabtu, dengan wakil Indonesia tampil hingga partai puncak.
Empat atlet Indonesia yang turun dalam nomor lead adalah Sukma Lintang Cahyani, Alma Ariella Tsany, Raviandi Ramadhan, dan Putra Tri Ramadani. Mereka telah melewati rangkaian perlombaan dan berkesempatan tampil pada babak final dalam ajang olahraga multicabang tingkat Asia tersebut.
Meski belum membawa pulang medali, keempat atlet itu tetap memberikan penampilan terbaik mereka sepanjang perlombaan. Kehadiran Sukma, Alma, Raviandi, dan Putra di partai puncak menandai perjuangan tim Indonesia dalam persaingan panjat tebing lead pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Nomor lead menjadi salah satu nomor yang diikuti Indonesia dalam cabang panjat tebing. Perlombaan di Kinjofuto, Nagoya, mempertemukan para atlet dari berbagai negara Asia, termasuk empat wakil Merah Putih yang berusaha menyelesaikan kompetisi hingga tahap akhir. Namun, penampilan mereka belum cukup untuk menghasilkan medali bagi Indonesia.
Dengan demikian, persaingan nomor lead putra dan putri ditutup tanpa tambahan medali untuk kontingen Indonesia. Sukma Lintang Cahyani, Alma Ariella Tsany, Raviandi Ramadhan, dan Putra Tri Ramadani tetap tercatat sebagai atlet yang mewakili Indonesia hingga partai puncak dalam penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Persaingan nomor lead putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menghasilkan podium yang ditempati atlet dari Korea Selatan, Jepang, dan China. Seo Chaehyun tampil sebagai peraih medali emas setelah mencapai puncak dan menuntaskan seluruh hambatan dalam jalur perlombaan. Keberhasilan tersebut menempatkannya di posisi teratas setelah melewati persaingan ketat dengan para peserta lainnya.
Atlet tuan rumah, Mori Ai, mengamankan medali perak dengan torehan 47 poin. Dukungan penonton Jepang turut mengiringi penampilannya sepanjang lomba, meskipun ia belum mampu menggeser Seo Chaehyun dari puncak klasemen. Sementara itu, Zhang Yueong dari China finis di peringkat ketiga dan membawa pulang medali perunggu setelah mengumpulkan 39 poin.
Indonesia menurunkan Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany untuk bersaing di nomor tersebut. Sukma menjadi climber pertama Indonesia yang tampil. Ia menyelesaikan perlombaan dengan 28 poin dan menempati posisi kedelapan. Hasil itu menunjukkan upayanya untuk menjaga konsistensi saat menghadapi rangkaian hambatan, walaupun perolehan poinnya belum cukup untuk masuk ke jajaran peraih medali.
Rekan satu timnya, Alma Ariella Tsany, mencatat hasil lebih baik dengan menempati peringkat kelima. Alma mengakhiri perlombaan dengan 35 poin, berada dua posisi di atas Sukma dalam klasemen akhir. Kedua wakil Indonesia tersebut telah berusaha menghadapi jalur lead yang menuntut kekuatan, ketepatan gerak, serta kemampuan mengatur tenaga. Namun, hasil akhir menempatkan mereka di luar zona podium, sedangkan medali menjadi milik Seo Chaehyun, Mori Ai, dan Zhang Yueong.
Penampilan atlet putra Indonesia pada nomor lead belum menghasilkan medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Putra Tri Ramadani menjadi wakil dengan hasil terbaik setelah mengakhiri perlombaan di posisi kelima dengan 32 poin. Raihan tersebut menempatkannya di dalam kelompok lima besar, tetapi belum cukup untuk membawa Indonesia naik ke podium.
Raviandi Ramadhan juga berusaha memberikan penampilan terbaik dalam persaingan nomor lead putra. Ia menyelesaikan perlombaan di peringkat kedelapan dengan 23 poin. Hasil itu membuat Raviandi belum mampu mengejar para climber yang mengumpulkan poin lebih tinggi pada fase perebutan medali. Kedua atlet Indonesia tersebut tetap menjadi bagian penting dari persaingan, meskipun gagal memperoleh medali bagi kontingen Merah Putih.
Medali emas nomor lead putra diraih atlet tuan rumah, Suzuki Neo. Ia menjadi juara setelah mengumpulkan 40 poin, sekaligus mencatatkan skor tertinggi dalam perlombaan tersebut. Dukungan penonton tuan rumah turut mengiringi penampilan Suzuki saat menyelesaikan rangkaian kompetisi dan memastikan posisi teratas.
Yoshida Satone menempati posisi kedua dengan 38 poin dan berhak atas medali perak. Sementara itu, climber Korea Selatan Lee Dohyun merebut medali perunggu dengan 38 poin. Meskipun memiliki jumlah poin yang sama dengan Yoshida Satone, Lee Dohyun berada di posisi ketiga sesuai hasil akhir perlombaan. Susunan tersebut menempatkan dua atlet Jepang dan satu atlet Korea Selatan sebagai peraih medali nomor lead putra, sedangkan Putra Tri Ramadani dan Raviandi Ramadhan harus puas menyelesaikan kompetisi tanpa podium.
Kontingen panjat tebing Indonesia menutup kiprah pada Asian Games edisi ke-20 di Aichi-Nagoya 2026 dengan membawa pulang satu medali. Medali tersebut berupa emas yang dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi melalui nomor speed putri. Capaian itu menjadi hasil terbaik sekaligus perolehan medali Indonesia dari cabang panjat tebing pada ajang olahraga Asia tersebut.
Medali emas dari nomor speed putri menjadi satu-satunya medali yang diraih Indonesia dalam cabang panjat tebing di Asian Games kali ini. Dengan demikian, kontribusi Desak Made Rita Kusuma Dewi mencatatkan hasil keseluruhan tim Indonesia pada cabang tersebut. Nomor speed putri menjadi satu-satunya nomor yang menghasilkan medali bagi kontingen Merah Putih sepanjang penyelenggaraan kompetisi di Aichi-Nagoya.
Secara keseluruhan, Indonesia mengakhiri persaingan panjat tebing Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan satu medali emas. Medali itu berasal dari kemenangan Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed putri dan tercatat sebagai satu-satunya medali Indonesia dalam cabang panjat tebing pada edisi ke-20 Asian Games. Perolehan tersebut menjadi catatan akhir tim panjat tebing Indonesia di ajang ini.


