Jakarta | Race Director Jakarta Running Festival (JRF) 2026 sekaligus pegiat lari Donny Tjahyadikarta mengingatkan peserta agar mematangkan kesiapan fisik dan teknis sebelum mengikuti perlombaan. Persiapan yang baik bukan sekadar membantu pelari mencapai target waktu, tetapi juga mendukung pengalaman berlari yang aman dan nyaman. Dengan memahami kebutuhan tubuh serta ketentuan lomba, peserta dapat mengurangi risiko cedera dan menghadapi berbagai tahap kegiatan dengan lebih terencana.
Imbauan tersebut disampaikan Donny dalam sesi talk show pada opening ceremony JRF 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Ia membagikan panduan praktis yang mencakup tiga tahap penting: sebelum lomba, ketika berlari, dan setelah mencapai garis finis. Rangkaian itu menempatkan keselamatan sebagai perhatian utama, sekaligus mengajak peserta untuk tidak hanya berfokus pada momen start atau hasil akhir.
Sebelum hari perlombaan, pelari perlu memberi perhatian pada kondisi tubuh dan kesiapan perlengkapan. Perencanaan sejak awal membantu peserta menghindari keputusan terburu-buru yang dapat mengganggu kenyamanan saat berlari. Kesiapan teknis juga penting agar peserta memahami alur dan kebutuhan perlombaan, sehingga dapat berkonsentrasi pada upaya menyelesaikan jarak yang diikuti. Setiap pelari sebaiknya menyesuaikan persiapan dengan kemampuan dan kondisinya masing-masing.
Saat berada di lintasan, peserta perlu menjaga pendekatan yang aman dan mempertimbangkan sinyal tubuh, bukan memaksakan diri demi mengejar kecepatan. Setelah melewati garis finis, perhatian terhadap pemulihan tetap menjadi bagian dari pengalaman lomba. Panduan Donny menggarisbawahi bahwa tanggung jawab peserta tidak berhenti ketika perlombaan dimulai ataupun saat finis tercapai. Dengan persiapan menyeluruh pada ketiga tahap tersebut, pelari dapat menjalani JRF 2026 secara lebih nyaman dan mengurangi kemungkinan cedera.
Menjelang Jakarta Running Festival 2026, Donny Tjahyadikarta mengingatkan pelari untuk tidak mengubah kebiasaan yang sudah terbentuk selama latihan. Hari perlombaan bukan waktu yang tepat untuk mencoba perlengkapan atau asupan baru, meskipun barang tersebut tampak lebih nyaman atau menjanjikan performa lebih baik. Tubuh perlu kesempatan untuk beradaptasi, dan perubahan mendadak dapat mengganggu konsentrasi maupun kenyamanan saat berlari.
Sepatu menjadi salah satu contoh penting. Memakai sepatu baru tanpa pernah mengujinya dalam latihan dapat menyebabkan lecet, nyeri, atau rasa tidak pas ketika jarak tempuh bertambah. Hal serupa berlaku untuk kaus kaki, pakaian, dan aksesori yang bersentuhan langsung dengan tubuh. Pelari sebaiknya memilih perlengkapan yang telah digunakan berulang kali dalam sesi latihan, sehingga sudah memahami bagaimana perlengkapan itu terasa saat bergerak, berkeringat, dan menempuh jarak jauh.
Asupan juga perlu mengikuti rencana yang telah dilatih. Jangan mengonsumsi energy gel dengan merek, rasa, atau komposisi yang belum pernah dicoba sebelumnya hanya karena tersedia di lokasi lomba. Respons pencernaan setiap orang berbeda; produk baru bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan mengalihkan perhatian dari tujuan berlari. Jika energy gel atau minuman olahraga termasuk bagian dari strategi, gunakan produk yang sudah diuji saat latihan dan ikuti pola konsumsi yang terasa cocok bagi tubuh.
Persiapan tidak berhenti pada perlengkapan. Donny menyarankan pelari menjaga waktu istirahat dan berupaya tidur cukup, setidaknya sejak dua hari sebelum perlombaan. Tidur yang baik membantu tubuh menghadapi aktivitas fisik, meski malam sebelum lomba sering terasa sulit karena antusiasme atau pikiran tentang hari esok. Karena itu, pelari dapat menjaga rutinitas malam tetap tenang dan memberi diri waktu untuk beristirahat, tanpa panik bila tidur tidak langsung datang.
Menyiapkan seluruh race kit pada malam sebelumnya juga dapat mengurangi tekanan pada pagi hari. Periksa sepatu, pakaian, nomor dada, perlengkapan keselamatan, serta asupan yang memang sudah direncanakan, lalu letakkan semuanya di satu tempat. Dengan kebutuhan siap lebih awal, pelari tidak perlu mencari barang atau membuat keputusan terburu-buru sebelum berangkat. Persiapan sederhana ini membantu menjaga fokus, membuat pagi lomba lebih tertata, dan memungkinkan pelari menjalani rencana yang telah dibangun selama latihan.
Donny Tjahyadikarta mengimbau pelari agar tidak langsung berlari dengan kecepatan tinggi sejak awal hanya demi mengejar target waktu. Keinginan untuk segera mencatat pace cepat dapat terasa kuat, terutama ketika suasana lomba membuat peserta bersemangat. Namun, memulai terlalu agresif berisiko membuat usaha terasa berat lebih cepat. Karena itu, pelari sebaiknya memberi tubuh kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan ritme lomba sebelum mempertimbangkan peningkatan kecepatan. Pendekatan yang terkendali membantu menjaga upaya tetap terukur dan menghindari keputusan terburu-buru pada bagian awal lintasan.
Pada awal lomba, pilih pace yang terasa nyaman dan dapat dipertahankan secara stabil. Ukuran nyaman ini bukan berarti harus berlari dengan sangat lambat, melainkan menemukan kecepatan yang tidak memaksa tubuh bekerja terlalu keras sejak awal. Setelah menemukan ritme tersebut, pertahankan pendekatan yang sama hingga sekitar separuh jarak lintasan. Konsistensi pada tahap ini memberi pelari waktu untuk merasakan respons tubuh terhadap usaha yang dilakukan. Jangan mengubah kecepatan hanya karena melihat peserta lain berlari lebih cepat atau merasa perlu segera mengejar waktu yang ditargetkan.
Ketika telah melewati kira-kira separuh lintasan, evaluasi kondisi tubuh dengan tenang. Jika tubuh terasa baik, kecepatan dapat dinaikkan secara perlahan, bukan sekaligus atau secara mendadak. Perubahan bertahap memungkinkan pelari menyesuaikan diri dengan intensitas yang lebih tinggi sambil tetap memperhatikan rasa nyaman dan kestabilan gerak. Jika kondisi belum mendukung, tidak perlu memaksakan peningkatan pace; mempertahankan ritme yang ada tetap sejalan dengan anjuran untuk berlari secara terukur. Inti pesan Donny adalah mengelola kecepatan dengan sabar: mulai pada pace yang nyaman, jaga kestabilannya hingga sekitar pertengahan jarak, lalu naikkan perlahan hanya apabila tubuh terasa siap. Dengan cara ini, pelari dapat menghindari dorongan untuk menghabiskan tenaga terlalu dini dan menjalani lomba berdasarkan kondisi tubuh, bukan semata-mata tekanan untuk segera mencapai target waktu.
Mencapai garis finis Jakarta Running Festival 2026 bukan berarti seluruh perhatian terhadap tubuh dapat langsung dihentikan. Setelah menyelesaikan lomba, pelari tetap perlu menjalani pemulihan dengan tenang dan bertahap. Donny Tjahyadikarta menyarankan agar pelari tidak langsung berhenti total begitu melewati finis. Alih-alih diam seketika, teruslah berjalan terlebih dahulu. Langkah sederhana ini menjadi bagian awal dari proses setelah berlari, sebelum tubuh beralih ke tahap pemulihan berikutnya. Dengan memberi ruang bagi tubuh untuk bertransisi, pelari dapat mengikuti rangkaian pemulihan yang disarankan Donny, bukan terburu-buru meninggalkan kebutuhan tubuh setelah mengerahkan tenaga selama lomba.
Setelah berjalan, pelari dapat melakukan stretching sebagai bagian dari pemulihan. Berikutnya, penuhi kebutuhan cairan melalui rehidrasi. Perhatian pada cairan tetap penting setelah lomba selesai, sehingga pelari tidak mengabaikan kebutuhan tersebut hanya karena sudah mencapai garis finis. Donny juga menyarankan konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein. Kedua jenis zat gizi itu menjadi bagian dari panduan asupan setelah berlari yang ia sampaikan. Urutan langkahnya dapat dipahami secara sederhana: berjalan terlebih dahulu, melakukan stretching, memenuhi cairan dengan rehidrasi, lalu mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat dan protein. Pelari dapat menjadikan rangkaian tersebut pegangan untuk merawat tubuh setelah berlomba.
Sesudah langkah-langkah pemulihan itu, tubuh perlu diberi waktu untuk beristirahat selama beberapa hari. Dalam masa tersebut, hindari latihan berat dan jangan terburu-buru kembali menjalani latihan dengan intensitas tinggi. Istirahat bukan berarti mengabaikan proses, melainkan bagian dari panduan pemulihan yang disampaikan Donny setelah pelari menyelesaikan lomba.
Baca juga: Panduan Penerima Bantuan Sosial Kartu Anak Jakarta | Variasi Harga Emas Perhiasan di Jakarta 14 September 2026 | Panduan Transportasi Umum Menuju Konser The Weeknd di JIS 2026






