JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 21 September 2026, PT Telkom Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam upaya meningkatkan tata kelola teknologi melalui peluncuran inisiatif baru yang disebut Scale. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar yang dirancang oleh direktorat IT Digital Telkom untuk memperkuat transformasi digital di dalam perusahaan. Dengan peluncuran Scale, Telkom bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya teknologi yang dimiliki, serta memastikan bahwa setiap inisiatif yang dilakukan sejalan dengan kebutuhan bisnis perusahaan dan tren pasar.
Scale dirancang untuk memenuhi tuntutan yang semakin kompleks dalam pengelolaan teknologi informasi dan digital. Dalam era digital yang serba cepat ini, perusahaan seperti Telkom perlu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, terutama dalam hal teknologi. Inisiatif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan infrastruktur teknologi, pengembangan sistem, hingga manajemen risiko yang terkait dengan implementasi teknologi baru.
Dengan demikian, Scale tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berfungsi sebagai platform bagi inovasi. Tim IT Digital Telkom diharapkan dapat memanfaatkan Scale untuk mengeksplorasi solusi teknologi yang lebih efektif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan layanan yang diberikan kepada pelanggan. Selain itu, peluncuran ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi dan inovasi demi mencapai keunggulan kompetitif.
Seluruh komponen Scale direncanakan untuk dapat diimplementasikan secara bertahap, sehingga Telkom dapat mengukur dampak dari setiap perubahan yang dilakukan. Dengan pendekatan yang terukur dan terencana, diharapkan inisiatif ini tidak hanya membawa dampak positif di dalam organisasi, tetapi juga mencapai keinginan untuk menjadi pemimpin di sektor teknologi di Indonesia. Oleh karena itu, peluncuran Scale menjadi tonggak penting bagi Telkom dalam perjalanan menuju transformasi digital yang sukses.
Kerangka kerja Scale dikembangkan sebagai bagian dari transformasi digital yang bertujuan memperbaiki tata kelola teknologi dalam TelkomGroup. Salah satu tujuan utama dari kerangka kerja ini adalah untuk mengurangi tumpang tindih berbagai unit bisnis yang ada dalam grup. Dengan adanya pengurangan tumpang tindih tersebut, diharapkan bisa membantu masing-masing entitas berfokus pada kompetensi inti mereka tanpa memperbesar skala investasi yang tidak perlu.
Skala yang dihadirkan oleh kerangka kerja ini berfungsi untuk menghasilkan efisiensi yang signifikan dalam pengelolaan investasi di seluruh tingkat organisasi. Dalam kondisi di mana inovasi digital berkembang dengan cepat, investasi dalam teknologi yang mendukung operasional dan layanan pelanggan adalah suatu keharusan. Melalui penerapan Scale, alokasi sumber daya diharapkan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien, dengan memprioritaskan proyek-proyek yang dapat memberikan dampak positif yang besar bagi bisnis.
Di samping itu, tujuan lainnya dari kerangka kerja Scale adalah untuk menyelaraskan operasional holding company dan anak perusahaan. Penyelarasan ini penting untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi yang lebih baik, serta menghindari duplikasi kerja yang dapat mengakibatkan pemborosan. Dengan demikian, setiap entitas dapat bergerak lebih cepat dalam melakukan adopsi teknologi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar serta merespons perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.
Selanjutnya, kerangka kerja Scale juga berfungsi sebagai alat komunikasi yang meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan teknologi. Hal ini penting, mengingat kompleksitas dalam struktur organisasi yang besar seperti TelkomGroup. Komunikasi yang jelas akan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan strategi bisnis yang lebih besar.
Direktorat IT Digital Telkom, yang dipimpin oleh Faizal Rochmad Djoemadi, secara aktif berperan dalam transformasi digital perusahaan. Dalam konteks ini, Scale diartikan sebagai upaya yang lebih dari sekadar modernisasi teknologi. Menurut Djoemadi, aspek penting dari Scale mencakup otomatisasi proses bisnis serta peningkatan efisiensi kerja di dalam organisasi. Ketika berbicara tentang otomatisasi, hal ini tidak hanya melibatkan pengurangan beban kerja manual tetapi juga peningkatan kualitas output yang dihasilkan melalui penggunaan teknologi.
Penerapan strategi Scale merupakan bagian dari upaya Telkom untuk membangun sistem kerja yang lebih baik, terintegrasi, dan responsif terhadap perubahan di lingkungan bisnis yang cepat. Dengan mengadopsi pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antar berbagai unit bisnis yang ada, memungkinkan komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik. Efisiensi kerja yang dicapai melalui otomatisasi juga bertujuan untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas karyawan.
Dengan demikian, upaya tersebut tidak hanya berfokus pada alat dan teknologi baru, melainkan juga pada peningkatan budaya kerja dan kompetensi SDM di dalam perusahaan. Direktur IT Digital menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan keterampilan agar karyawan dapat beradaptasi dengan proses dan teknologi baru. Inisiatif ini memberikan kesempatan kepada karyawan untuk terlibat dalam proses transformasi, serta memberdayakan mereka untuk berkontribusi secara maksimal di dalam ekosistem digital yang dinamis.
Nama Scale merupakan akronim yang mendefinisikan lima pilar strategis yang dirancang oleh Telkom untuk mendukung transformasi digital dalam tata kelola teknologi. Kelima pilar ini menjadi fondasi utama bagi perusahaan untuk mengembangkan berbagai inisiatif yang mampu menghadapi tantangan di era digital. Pengimplementasian program-program yang terstruktur dan terencana menjadi langkah krusial untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam pelaksanaan strategi Scale, Telkom telah merancang 13 program operasional yang berfokus pada kelima pilar tersebut. Salah satu program yang menjadi sorotan adalah peningkatan model operasi cybersecurity. Di tengah meningkatnya ancaman siber, penerapan praktik terbaik dan teknologi canggih menjadi semakin penting. Tim profesional di Telkom bekerja untuk memperkuat sistem keamanan dan melindungi data sensitif pelanggan serta aset perusahaan.
Selain keamanan siber, penyediaan layanan IT shared services juga menjadi komponen penting dalam strategi Scale. Layanan ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya IT yang ada, sehingga menciptakan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Dengan menggabungkan layanan IT yang sebelumnya terpisah, perusahaan dapat lebih fokus pada inovasi dan pengembangan layanan baru yang memenuhi kebutuhan pelanggan.
Keberhasilan implementasi dari pilar-pilar strategis ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas fungsi di dalam organisasi. Dengan inovasi dan keberanian untuk melakukan perubahan, Telkom mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri teknologi. Dengan demikian, transformasi digital yang dilakukan tidak hanya memiliki dampak positif bagi internal perusahaan, tetapi juga untuk pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.







