Kota Padang | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang masih melaksanakan evakuasi terhadap warga yang terjebak akibat banjir bandang yang merendam sejumlah titik pada Sabtu malam, 10 Oktober. Petugas dikerahkan untuk menjangkau kawasan terdampak dan memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman. Penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa pihaknya berfokus pada proses evakuasi terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan untuk memastikan warga yang masih berada di area terdampak dapat segera keluar dari lokasi berisiko. Petugas juga terus memantau situasi di lapangan sambil menyesuaikan tindakan dengan kondisi yang berkembang.
BPBD melaporkan masih terdapat belasan warga yang terjebak akibat genangan dan dampak banjir bandang di sejumlah wilayah. Upaya pencarian serta penyelamatan terus dilakukan oleh petugas bersama unsur terkait. Akses menuju beberapa titik menjadi perhatian dalam pelaksanaan evakuasi agar bantuan dapat diberikan secara terarah dan aman.
Hingga proses penanganan berlangsung, informasi mengenai kondisi para warga yang masih terjebak belum tersedia secara lengkap. Karena itu, petugas memusatkan perhatian pada upaya menjangkau dan mengevakuasi mereka secepat mungkin. Masyarakat di sekitar lokasi bencana diimbau mengikuti arahan petugas, menjauhi area berbahaya, serta tidak menghambat jalur yang digunakan untuk operasi penyelamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah menjadi dua wilayah yang mengalami dampak paling berat akibat banjir bandang di Kota Padang. Kondisi di kedua kecamatan tersebut mendapat perhatian utama karena genangan meluas dan berdampak langsung terhadap permukiman warga. Tim gabungan masih melakukan pemantauan serta membantu proses evakuasi masyarakat yang berada di lokasi rawan.
Di Kecamatan Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu disebut sebagai titik dengan kondisi paling parah. Banjir menggenangi sejumlah bagian kawasan tersebut sehingga warga membutuhkan bantuan untuk keluar dari rumah dan menuju tempat yang lebih aman. Petugas terus berkoordinasi dengan perangkat kecamatan, kelurahan, serta masyarakat setempat untuk memastikan proses penyelamatan berlangsung tertib. Selain evakuasi, pendataan warga terdampak juga dilakukan guna mengetahui kebutuhan mendesak, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat pengungsian.
Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, dampak terbesar dilaporkan terjadi di kawasan Lumin Park dan Kampung Apa. Genangan di dua lokasi tersebut dinilai cukup tinggi dan mengganggu aktivitas warga, akses jalan, serta mobilitas tim penanganan bencana. Petugas di lapangan berupaya menjangkau warga yang masih bertahan di rumah maupun mereka yang membutuhkan bantuan untuk dipindahkan ke lokasi aman.
Hendri menjelaskan bahwa banjir juga terjadi di sejumlah daerah lain di Padang. Namun, tingkat genangan di wilayah-wilayah tersebut tidak separah kondisi di Guo Lapau Munggu, Lumin Park, dan Kampung Apa. Karena itu, penanganan diprioritaskan pada titik yang mengalami dampak paling berat, sambil tetap memantau perkembangan di kawasan lain. Perubahan cuaca dan kemungkinan naiknya debit air menjadi pertimbangan penting bagi BPBD dalam menentukan langkah evakuasi berikutnya.
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Padang turut merendam kompleks perumahan Luminpark di kawasan Lubuk Minturun. Kondisi tersebut menambah daftar wilayah permukiman yang terdampak dalam peristiwa banjir yang hingga kini masih ditangani oleh petugas dan unsur terkait. Proses evakuasi warga di kawasan terdampak masih berlangsung, termasuk bagi masyarakat yang berada di sekitar kompleks perumahan tersebut.
Luminpark Lubuk Minturun bukan kali pertama menghadapi bencana serupa. Kawasan itu sebelumnya juga pernah terdampak banjir pada akhir November 2025. Peristiwa terbaru ini kembali menempatkan kawasan perumahan tersebut dalam perhatian, seiring berlangsungnya penanganan banjir dan upaya pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman.
Hingga laporan ini disusun pada Sabtu malam, belum terdapat informasi resmi mengenai jumlah korban yang terdampak dalam banjir di Luminpark maupun wilayah lainnya. Data tersebut masih menunggu perkembangan proses evakuasi dan pendataan dari pihak berwenang. Karena evakuasi belum selesai, informasi mengenai kondisi warga di setiap lokasi masih dapat berubah.
Petugas terus melakukan evakuasi selama situasi di lapangan memungkinkan. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas serta mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan yang terdampak genangan dan arus banjir. Informasi lebih lanjut mengenai jumlah warga yang telah dievakuasi, kondisi korban, serta dampak banjir di kompleks Luminpark diharapkan disampaikan melalui keterangan resmi setelah proses penanganan dan pendataan selesai.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi banjir masih mengganggu aktivitas warga dan mobilitas kendaraan di sejumlah wilayah Padang. Ketinggian air masih cukup tinggi di beberapa titik, terutama pada ruas jalan yang berada di kawasan rendah. Genangan tersebut membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena permukaan jalan tidak lagi terlihat dengan jelas. Selain menghambat perjalanan, arus air yang masih bertambah juga menyulitkan kendaraan untuk melintas secara normal.
Gangguan paling terlihat di kawasan By Pass, tepatnya di depan Rumah Sakit Siti Rahma. Ruas jalan tersebut sudah tidak dapat dilalui karena ketinggian air terus bertambah. Kendaraan yang sebelumnya mencoba melintas terpaksa menghentikan perjalanan ketika genangan semakin dalam. Kondisi ini turut memengaruhi akses menuju fasilitas kesehatan dan kawasan di sekitarnya, sebab arus kendaraan tidak dapat bergerak seperti biasa.
Situasi serupa juga terlihat di depan Pemakaman Umum Tunggul Hitam. Air yang menggenangi badan jalan menyebabkan pergerakan kendaraan menjadi terbatas dan sejumlah pengendara tidak dapat meneruskan perjalanan. Kendaraan yang tertahan maupun yang memilih berhenti di sekitar ruas terdampak kemudian membuat arus lalu lintas semakin padat. Kemacetan panjang terjadi karena kendaraan tidak bisa melintas pada beberapa titik yang masih digenangi air. Petugas dan warga terus memantau kondisi lapangan, sementara pengguna jalan diimbau memperhatikan situasi sekitar sebelum melanjutkan perjalanan.

