Buce Ijie Ajak Warga Cegah Pemalangan, Jaga Kamtibmas di Papua Barat Daya

 

Papua Barat Daya – Ketua Forum Lintas Suku Orang Asli Papua (OAP) Provinsi Papua Barat Daya, Buce Ijie, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Sorong dengan mencegah aksi pemalangan serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui komunikasi dan musyawarah, Jumat (25/09/26).

Ajakan tersebut disampaikan Buce Ijie menyikapi adanya sejumlah aksi pemalangan yang terjadi di beberapa wilayah Kota Sorong. Ia menilai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi secara tenang dan bijaksana agar tidak meluas serta tidak berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun pelayanan publik.

Menurut Buce, Kota Sorong merupakan pusat aktivitas pemerintahan, perekonomian, pendidikan, perdagangan, dan berbagai kegiatan sosial masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya. Karena itu, kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut menjadi kepentingan bersama yang harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun kelompok.

“Keamanan Kota Sorong bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan cara-cara yang baik melalui komunikasi, dialog dan musyawarah,” ujar Buce Ijie.

Ia secara khusus mengajak para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta seluruh komponen masyarakat untuk mengambil peran dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Buce mengatakan, tindakan pemalangan yang dilakukan tanpa penyelesaian yang tepat dapat menghambat mobilitas warga, mengganggu kegiatan ekonomi, menghambat pelayanan masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila terjadi di tengah situasi yang tidak kondusif.

Karena itu, ia meminta masyarakat yang memiliki persoalan atau kepentingan tertentu agar menempuh jalur komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Menurutnya, ruang dialog harus terus dibuka sehingga setiap persoalan dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluar tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat umum.

“Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama dan mencari solusi. Jangan sampai kepentingan atau persoalan kelompok kemudian berdampak kepada masyarakat luas. Kita semua memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga Kota Sorong tetap aman dan damai,” katanya.

Buce Ijie juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah aparat keamanan, termasuk Polda Papua Barat Daya dan Polresta Sorong Kota, dalam menjaga situasi Kamtibmas. Ia berharap masyarakat dapat membangun komunikasi dan sinergi dengan aparat apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, keberadaan aparat keamanan akan lebih efektif dalam menjaga stabilitas wilayah apabila mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Peran masyarakat, kata dia, dapat diwujudkan dengan menjaga lingkungan, tidak melakukan tindakan provokatif serta segera menyampaikan informasi yang benar kepada pihak berwenang apabila terdapat persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Selain persoalan pemalangan, Buce juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penyebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya. Perkembangan media sosial, menurutnya, membuat sebuah informasi dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memengaruhi situasi di tengah masyarakat.

Ia meminta warga untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang dapat memancing emosi, memperbesar persoalan, atau menimbulkan keresahan.

“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Mari kita cek terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi. Jangan sampai informasi yang tidak benar justru menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan yang sudah kita jaga bersama,” tegasnya.

Buce menambahkan, keberagaman masyarakat di Kota Sorong harus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Perbedaan suku, agama, maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi alasan untuk saling mempertentangkan satu dengan lainnya.

Sebagai Ketua Forum Lintas Suku OAP Provinsi Papua Barat Daya, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya komunikasi antar elemen masyarakat. Menurutnya, keterlibatan para tokoh lintas suku sangat penting untuk membantu meredam persoalan dan mendorong penyelesaian secara damai apabila terjadi permasalahan di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari upaya menjaga Kamtibmas. Pemuda dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan suasana positif di lingkungan masing-masing, termasuk dengan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Buce berharap seluruh pihak dapat menempatkan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan kelompok. Dengan komunikasi yang terbuka dan keterlibatan berbagai elemen, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

“Kita ingin Kota Sorong menjadi rumah bersama bagi semua orang. Mari kita jaga bersama-sama. Jangan melakukan pemalangan yang merugikan masyarakat, jangan mudah terprovokasi, dan mari kita percayakan penyelesaian persoalan melalui komunikasi serta mekanisme yang baik,” ujarnya.

Ia kembali mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya, khususnya warga Kota Sorong, untuk memperkuat persatuan dan menjaga situasi tetap aman, tertib dan kondusif.

Buce menegaskan bahwa keamanan tidak akan tercipta hanya melalui kerja aparat, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat. Karena itu, sinergi antara masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah daerah dan aparat keamanan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas Kota Sorong.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghindari tindakan yang dapat mengganggu kepentingan umum serta bersama-sama menciptakan suasana Kota Sorong yang aman, damai dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

(Tim/Red)