BONTANG – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Bontang terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut ditandai dengan diluncurkannya Posko Bersama Penanganan Karhutla Kota Bontang Tahun 2026 di Pos Damkar Bontang Lestari, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, Pj. Sekretaris Daerah Kota Bontang Drs. Akhmad Suharto, M.Si., Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, S.I.K., M.H., C.P.M., C.P.L.A., Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, S.Sos., M.Si., Danyon Arhanud 7/ABC Letkol Arh Bayu Adiwisuda, S.Sos., M.Int.Hub., serta unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, perusahaan, dan elemen terkait lainnya.
Peluncuran Posko Bersama tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Bontang dalam menghadapi potensi Karhutla yang setiap tahun menjadi salah satu ancaman serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi. Posko ini diharapkan menjadi pusat komando dan koordinasi terpadu dalam melaksanakan pencegahan, pemantauan, kesiapsiagaan, hingga respons cepat terhadap setiap kejadian Karhutla.
2.jpeg" alt="" width="524" height="349" />
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI yang berada di wilayah Kodim 0908/Bontang, di antaranya Kabidbankumpid Babinkum TNI Kolonel Laut (H) Imam Soedjono, S.H., M.H., Pamen Mabesad Letkol Arm Candra Yuda Widinugroho, S.H., Parik Gol V Koharmatau Letkol Sus I Ketut Marsa, S.Ag., serta sejumlah perwira dan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, S.A.P., M.Hub.Int., menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Bontang membentuk Posko Bersama. Menurutnya, keberadaan posko tersebut merupakan representasi soliditas seluruh unsur dalam menghadapi Karhutla yang tidak dapat ditangani secara parsial.
“Posko ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi harus menjadi pusat komando, koordinasi dan sinergi terpadu, mulai dari pencegahan dini, pemantauan titik rawan hingga respons cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterpaduan gerak seluruh komponen. Ia mengajak seluruh unsur untuk meninggalkan ego sektoral dan membangun pola komunikasi serta koordinasi yang cepat, efektif dan berkesinambungan.
“Posko Bersama ini adalah wujud nyata kesiapan dan komitmen kita dalam melindungi masyarakat serta melestarikan lingkungan Kota Bontang. Kita harus memiliki satu pola komunikasi, satu koordinasi dan satu gerak langkah yang solid dalam menghadapi setiap ancaman Karhutla,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penyematan tanda pita kepada Posko Terpadu, penyerahan bantuan secara simbolis dari perwakilan PT Pupuk Kaltim kepada Wali Kota Bontang, serta peninjauan fasilitas posko dan sarana prasarana pendukung.
Keberadaan Posko Bersama Karhutla diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi dan pengambilan keputusan ketika muncul titik api. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan setiap potensi kebakaran sekecil apa pun kepada petugas, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas.
Melalui kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, perusahaan, dan masyarakat, Kota Bontang bertekad memperkuat pertahanan bersama terhadap ancaman Karhutla. Dengan sinergi yang solid dan respons yang cepat, setiap titik api harus dicegah agar tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.
(Pendim 0908/Btg)












