JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengapresiasi penyelenggaraan Sunday Afternoon Ride yang digelar Volkswagen Beetle Club (VBC). Kegiatan yang mengusung konsep Jakarta City Rolling tersebut mempertemukan para pecinta Volkswagen Beetle atau VW Kodok dalam sebuah perjalanan santai dari Blackstone Garage Kebayoran Baru menuju Thamrin 10 Jakarta, dengan memadukan semangat otomotif, kebersamaan, kreativitas visual, serta aksi sosial kemanusiaan.
“Sunday Afternoon Ride VBC menunjukkan bahwa komunitas otomotif dapat menjadi sarana untuk membangun persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menjaga warisan budaya otomotif. Saya mengapresiasi Volkswagen Beetle Club yang terus menghadirkan kegiatan kreatif, positif, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Bamsoet saat menghadiri Sunday Afternoon Ride di Blackstone Garage Jakarta, Minggu (23/8/26).
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, keberadaan komunitas kendaraan klasik memiliki nilai strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi otomotif modern. Ketika industri bergerak menuju elektrifikasi, digitalisasi, dan kendaraan otonom, komunitas mobil klasik justru berperan menjaga sejarah perjalanan industri otomotif. Volkswagen Beetle sendiri merupakan salah satu mobil paling ikonik dalam sejarah dunia. Produksinya melampaui 21 juta unit dan menjadi simbol mobil rakyat yang dikenal hampir di seluruh negara.
“Komunitas kendaraan klasik mengajarkan bahwa sebuah kendaraan memiliki nilai sejarah, cerita, dan ikatan emosional yang tidak tergantikan oleh perkembangan teknologi. Karena itu keberadaan komunitas kendaraan klasik perlu terus didukung agar generasi muda mengenal sejarah otomotif sekaligus belajar tentang pentingnya merawat aset budaya,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menuturkan, kegiatan yang menggabungkan riding, coffee gathering, produksi konten sinematik, hingga social charity merupakan contoh bagaimana komunitas otomotif mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Komunitas otomotif saat ini tidak lagi sekadar berkumpul dan memamerkan kendaraan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi berbagai sektor. Mulai dari ekonomi kreatif, fotografi, videografi, kuliner, hingga kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Model kegiatan seperti ini sangat relevan dengan karakter generasi sekarang. Ada unsur kreativitas, ada semangat berbagi, ada interaksi sosial yang sehat, dan ada tempat untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif. Komunitas otomotif telah berkembang menjadi ekosistem yang produktif,” urai Bamsoet.
Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, kontribusi komunitas otomotif terhadap perekonomian nasional juga semakin besar. Industri otomotif Indonesia masih menjadi salah satu sektor manufaktur utama yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung. Kehadiran komunitas otomotif turut menciptakan permintaan terhadap jasa restorasi, bengkel spesialis, suku cadang, modifikasi, fotografi, penyelenggaraan acara, hingga sektor kuliner dan pariwisata. Berbagai kegiatan yang digelar komunitas otomotif terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menarik perhatian masyarakat luas.
“Komunitas otomotif telah menjadi bagian dari ekonomi kreatif nasional. Setiap kegiatan yang diselenggarakan menghadirkan efek berantai bagi banyak pelaku usaha. Karena itu saya selalu mendorong agar komunitas otomotif terus menghadirkan kegiatan yang produktif, tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas Bamsoet.
Pewarta: Abdul Latif
