Bitcoin Depot Hentikan Seluruh Operasi Setelah Ajukan Kebangkrutan Chapter 11

Bitcoin Depot Hentikan Seluruh Operasi Setelah Ajukan Kebangkrutan Chapter 11

Jakarta | Bitcoin Depot, operator mesin ATM bitcoin yang tercatat di Nasdaq dan berkantor pusat di Atlanta, Amerika Serikat, mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan sukarela berdasarkan Chapter 11. Permohonan tersebut disampaikan pada Senin waktu setempat kepada Pengadilan Kebangkrutan Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Texas. Pengajuan ini menandai perubahan besar bagi perusahaan yang selama ini menyediakan akses untuk membeli dan menjual aset kripto melalui jaringan mesin fisik.

Chapter 11 merupakan mekanisme hukum kebangkrutan di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan mengatur proses penyelesaian kewajiban dan asetnya di bawah pengawasan pengadilan. Namun, dalam kasus Bitcoin Depot, langkah ini menjadi bagian dari rencana untuk menghentikan kegiatan bisnis dan menjual aset melalui prosedur hukum. Dengan demikian, pengajuan tersebut bukan sekadar upaya mempertahankan layanan seperti biasa, melainkan bagian dari proses penutupan operasional perusahaan.

Seiring dengan langkah tersebut, seluruh jaringan ATM Bitcoin Depot kini dinonaktifkan. Mesin-mesin yang sebelumnya digunakan pelanggan untuk melakukan transaksi bitcoin tidak lagi beroperasi. Penonaktifan menyeluruh ini menunjukkan bahwa layanan perusahaan telah berhenti, sementara proses kebangkrutan dan penjualan aset berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses pengadilan, termasuk penanganan aset perusahaan dan klaim pihak-pihak terkait.

Peristiwa ini berlangsung di Amerika Serikat, tempat Bitcoin Depot berkantor pusat dan mengoperasikan jaringan ATM-nya. Penutupan tersebut tidak berarti bahwa ATM bitcoin di Indonesia turut berhenti beroperasi, dan tidak berkaitan dengan jaringan penyedia lokal di Indonesia. Pembedaan geografis ini penting karena nama “Bitcoin Depot” merujuk pada perusahaan Amerika Serikat yang mengajukan Chapter 11, bukan layanan ATM kripto di negara lain.

Pengajuan kebangkrutan dan penghentian seluruh mesin bersama-sama menandai berakhirnya layanan Bitcoin Depot untuk saat ini. Pelanggan yang sebelumnya mengandalkan jaringan tersebut perlu memperhatikan bahwa mesin tidak lagi tersedia untuk transaksi. Sementara itu, perkara di Distrik Selatan Texas akan menjadi jalur formal untuk mengurus aset dan kewajiban perusahaan. Sampai ada informasi lanjutan dari proses hukum atau perusahaan, status jaringan tetap dinonaktifkan dan tidak ada dasar untuk menganggap layanan telah kembali berjalan.

Laporan keuangan kuartal pertama 2026 menunjukkan tekanan besar pada bisnis Bitcoin Depot menjelang pengajuan kebangkrutan Chapter 11. Dalam periode tersebut, pendapatan perusahaan turun 49% dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya. Penurunan ini menandakan aktivitas usaha menghasilkan pemasukan jauh lebih rendah, pada saat perusahaan menghadapi kebutuhan untuk mempertahankan jaringan operasionalnya. Angka tersebut memberi gambaran tentang kemerosotan yang terjadi sebelum perusahaan mengambil langkah hukum untuk merestrukturisasi kewajibannya.

Perubahan pada laba bersih bahkan lebih mencolok. Bitcoin Depot membukukan rugi bersih sebesar US$9,5 juta pada kuartal pertama 2026, berbalik dari laba bersih US$12,2 juta pada periode yang sama setahun sebelumnya. Dengan demikian, perusahaan mengalami perubahan hasil sebesar US$21,7 juta dari laba menjadi rugi dalam rentang satu tahun. Peralihan ini menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terlihat pada pendapatan, tetapi juga pada kemampuan perusahaan untuk mempertahankan hasil akhir yang positif setelah memperhitungkan berbagai biaya.

Laba kotor perusahaan merosot 85% menjadi US$45 juta. Penurunan tajam tersebut memperlihatkan bahwa nilai yang tersisa dari pendapatan setelah memperhitungkan biaya pokok terkait usaha menyusut secara signifikan. Ketika pendapatan turun hampir separuh dan laba kotor jatuh lebih dalam, ruang untuk membiayai kebutuhan rutin, menjaga layanan, dan menanggung biaya lain menjadi semakin terbatas. Laporan kuartalan itu karena itu memberi konteks penting terhadap kesulitan keuangan yang mendahului proses kebangkrutan.

Besarnya perubahan tersebut dapat dibandingkan dengan skala operasi Bitcoin Depot sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, perusahaan mengoperasikan 9.276 kios ATM di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Mesin-mesin itu memungkinkan pengguna menukar uang tunai dengan bitcoin, sehingga jaringan fisik tersebut menjadi bagian utama dari jangkauan layanan perusahaan. Namun, skala jaringan yang luas tidak mencegah kemerosotan hasil keuangan pada awal 2026. Kinerja kuartal pertama menggambarkan kontras operasi yang tersebar di tiga negara dan tekanan tajam pada pendapatan serta laba. Angka-angka itu membantu menjelaskan latar belakang finansial sebelum pengajuan Chapter 11 dan penghentian seluruh operasi yang diumumkan perusahaan.CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, menjelaskan bahwa perubahan regulasi di berbagai negara bagian menjadi salah satu tekanan utama terhadap bisnis perusahaan. Sejumlah yurisdiksi memperketat kewajiban kepatuhan bagi operator mesin ATM Bitcoin (BTM), sementara aturan baru juga menetapkan batas transaksi yang dapat dilakukan pelanggan. Perubahan tersebut menuntut penyesuaian pada prosedur operasional, pengawasan transaksi, dan sistem kepatuhan perusahaan. Dalam pandangan Holmes, beban untuk memenuhi persyaratan yang terus berubah menambah biaya dan kerumitan dalam menjalankan jaringan mesin.

Tekanan itu semakin besar karena beberapa yurisdiksi membatasi atau melarang pengoperasian mesin BTM. Kebijakan semacam ini dapat mengurangi lokasi tempat perusahaan beroperasi dan membatasi akses pelanggan terhadap layanan pembelian atau penjualan aset kripto melalui mesin. Holmes juga menyoroti peningkatan litigasi serta penegakan aturan, yang menimbulkan ketidakpastian tambahan bagi perusahaan. Kombinasi batas transaksi, kewajiban kepatuhan yang lebih ketat, pembatasan lokasi, dan risiko hukum dinilai berdampak signifikan pada kegiatan usaha maupun kondisi keuangan Bitcoin Depot.

Holmes mengatakan perkembangan tersebut membuat model bisnis perusahaan tidak lagi berkelanjutan dalam keadaan pasar saat ini. Pernyataan itu disampaikan sebagai penjelasan manajemen mengenai tekanan yang dihadapi, bukan sebagai kesimpulan bahwa regulasi merupakan satu-satunya penyebab kesulitan keuangan perusahaan. Perusahaan juga menghadapi gugatan berprofil tinggi yang dipimpin oleh jaksa agung Massachusetts dan Iowa. Dalam gugatan tersebut, Bitcoin Depot dituduh memfasilitasi penipuan kripto melalui layanan yang disediakannya. Tuduhan itu merupakan klaim dalam proses hukum dan belum boleh diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti. Namun, keberadaan perkara tersebut menambah beban hukum dan reputasi di tengah perubahan aturan yang sudah menekan operasional. Secara keseluruhan, penjelasan Holmes menggambarkan lingkungan usaha yang semakin sulit diprediksi, ketika perusahaan perlu menghadapi biaya kepatuhan, pembatasan aktivitas, serta proses hukum secara bersamaan. Faktor-faktor itu menjadi bagian dari latar belakang yang disampaikan perusahaan saat menjelaskan keputusan untuk menghentikan operasi setelah mengajukan kebangkrutan Chapter 11.Tekanan terhadap operator ATM kripto berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penipuan yang menggunakan mesin tersebut. Kerugian yang dilaporkan akibat penipuan melalui ATM kripto naik 58% dibandingkan 2024 dan mencapai rekor US$389 juta pada tahun lalu. Angka ini menggambarkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan ketika pelaku kejahatan memanfaatkan transaksi kripto untuk menipu konsumen, termasuk dengan meminta korban mengirim dana melalui mesin yang mudah dijangkau.

Kenaikan kerugian tersebut turut menarik perhatian regulator dan aparat penegak hukum. Pengawasan yang lebih ketat mencakup perhatian pada perlindungan konsumen, praktik operasional penyedia ATM, serta upaya mencegah penggunaan layanan untuk penipuan dan aktivitas ilegal. Dalam lingkungan yang makin diawasi, perusahaan di sektor ini menghadapi tuntutan untuk mengelola kepatuhan dan risiko secara cermat. Namun, data kerugian industri itu merupakan konteks yang lebih luas dan tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab keputusan Bitcoin Depot menghentikan operasinya.

Proses kebangkrutan perusahaan juga mencakup sebagian struktur usahanya di luar Amerika Serikat. Anak perusahaan Bitcoin Depot di Kanada dimasukkan ke dalam proses yang diajukan di pengadilan kebangkrutan AS.

Baca juga: Operasi Penertiban PMKS di Masjid Istiqlal | Penangkapan Politikus Golkar Dalam Operasi OTT KPK | TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8