Sport  

Basarnas Evakuasi Pembalap Moto2 Spanyol dari Mandalika ke RSUD NTB

Basarnas Evakuasi Pembalap Moto2 Spanyol dari Mandalika ke RSUD NTB

Mataram | Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi seorang pembalap Moto2 asal Spanyol setelah mengalami kecelakaan dalam sesi qualifying 1 (Q1) ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu. Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat setelah insiden terjadi di area lintasan.

Peristiwa itu langsung mendapat perhatian dari tim medis sirkuit yang berada di lokasi untuk memberikan pertolongan awal. Setelah melakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur, tim medis merekomendasikan agar pembalap tersebut memperoleh penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan. Rekomendasi itu kemudian menjadi dasar dilaksanakannya proses evakuasi dari kawasan sirkuit.

Basarnas mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk memindahkan pembalap menuju RSUD Nusa Tenggara Barat. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan serta koordinasi petugas penyelamat, tim medis sirkuit, dan pihak rumah sakit. Koordinasi diperlukan agar perjalanan menuju fasilitas kesehatan berlangsung tertib dan kebutuhan penanganan dapat diteruskan tanpa hambatan.

Kecelakaan dalam sesi kualifikasi menjadi salah satu situasi yang diantisipasi dalam penyelenggaraan balap motor internasional. Sirkuit dan penyelenggara menyiagakan layanan medis serta mekanisme tanggap darurat untuk merespons insiden yang melibatkan pembalap maupun kru. Dalam kejadian ini, evakuasi ke rumah sakit dilakukan berdasarkan penilaian medis di lapangan, bukan semata-mata karena berlangsungnya kecelakaan.

Hingga proses evakuasi berlangsung, informasi resmi yang tersedia berfokus pada pemindahan pembalap ke RSUD NTB untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Detail mengenai kondisi medis pembalap tersebut belum disampaikan. Pihak terkait diharapkan memberikan pembaruan melalui keterangan resmi setelah proses pemeriksaan di rumah sakit selesai.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa proses awal evakuasi pembalap Moto2 asal Spanyol dilakukan melalui jalur udara dari kawasan Sirkuit Mandalika. Langkah tersebut dipilih untuk mempercepat pemindahan korban menuju fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan penanganan medis lebih lengkap. Setelah kondisi dan kebutuhan evakuasi dipastikan, personel terkait menyiapkan penerbangan darurat menggunakan helikopter Basarnas.

Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas lepas landas dari helipad Medical Center Sirkuit Mandalika pada pukul 11.09 WITA. Pesawat kemudian membawa pembalap tersebut menuju RSUD Provinsi NTB di Mataram. Selama penerbangan, proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi korban serta koordinasi petugas Kantor SAR Mataram, tim medis di sirkuit, dan pihak rumah sakit tujuan.

Menurut keterangan Muhamad Hariyadi, helikopter tiba di RSUD Provinsi NTB pada pukul 11.24 WITA. Dengan demikian, penerbangan darurat dari Mandalika menuju rumah sakit berlangsung selama 15 menit. Durasi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan transportasi udara dalam situasi yang membutuhkan pemindahan cepat, terutama ketika pasien memerlukan pemeriksaan dan tindakan lanjutan setelah mengalami insiden di arena balap.

Setibanya di rumah sakit, pembalap langsung menerima penanganan medis intensif dari tim dokter RSUD Provinsi NTB. Personel Kantor SAR Mataram turut memberikan dukungan selama proses penyerahan dan penanganan awal pasien. Koordinasi Basarnas, tenaga medis di Medical Center Sirkuit Mandalika, serta jajaran RSUD Provinsi NTB menjadi bagian penting untuk memastikan rangkaian evakuasi berjalan tertib dan respons medis dapat segera dilanjutkan tanpa jeda.

Evakuasi pembalap Moto2 asal Spanyol dari Sirkuit Mandalika dilakukan berdasarkan rekomendasi medis. Setelah insiden yang memerlukan penanganan lebih lanjut, tim terkait menilai bahwa pembalap perlu dibawa ke RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan oleh tenaga medis. Rekomendasi tersebut menjadi dasar bagi Basarnas untuk melanjutkan proses evakuasi melalui jalur udara.

Muhamad Hariyadi menjelaskan, pembalap kemudian diterbangkan dari kawasan Sirkuit Mandalika menuju RSUD Provinsi NTB menggunakan helikopter Basarnas. Dalam penerbangan pertama itu, helikopter jenis Dauphin HR-3604 digunakan untuk mendukung pemindahan secara langsung ke fasilitas kesehatan. Setibanya di rumah sakit, pembalap diserahkan kepada tim medis agar dapat menjalani pemeriksaan serta penanganan sesuai kebutuhan.

Setelah proses perawatan medis di RSUD Provinsi NTB selesai, tahapan evakuasi berlanjut dengan pemulangan pembalap ke lokasi penyelenggaraan balapan. Ia kembali diterbangkan menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3604 dari rumah sakit menuju Sirkuit Mandalika. Dengan demikian, rangkaian evakuasi berlangsung dalam dua penerbangan, yaitu penerbangan awal untuk membawa pembalap ke rumah sakit dan penerbangan berikutnya untuk mengembalikannya ke sirkuit setelah memperoleh penanganan dari tim medis. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa seluruh tahapan dilaksanakan secara berurutan, mulai dari rekomendasi medis, pemindahan ke RSUD Provinsi NTB, penanganan di fasilitas kesehatan, hingga pengangkutan kembali ke Sirkuit Mandalika.

Basarnas memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga selama seluruh rangkaian MotoGP Mandalika berlangsung. Selain mendukung proses evakuasi pembalap yang membutuhkan penanganan medis, personel dan peralatan disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat di sekitar Sirkuit Mandalika maupun jalur menuju fasilitas kesehatan.

Dukungan udara menjadi salah satu bagian penting dalam rencana tersebut. Dua helikopter jenis AS 365 N3 Dauphin, yaitu HR-3601 dan HR-3604, disiagakan untuk membantu kebutuhan medis, evakuasi cepat, serta penanganan insiden yang memerlukan mobilisasi melalui jalur udara. Kesiapan dua unit itu memungkinkan petugas memilih respons yang paling sesuai berdasarkan lokasi kejadian, kondisi korban, dan tingkat urgensi penanganan.

Pengoperasian armada udara juga diperkuat dengan koordinasi Basarnas, pengelola sirkuit, tenaga medis, rumah sakit rujukan, serta unsur keamanan dan penyelenggara kegiatan. Pola kerja terpadu ini diperlukan karena ajang balap internasional melibatkan jumlah penonton besar, aktivitas berkecepatan tinggi, dan kebutuhan pengambilan keputusan dalam waktu singkat. Keberhasilan evakuasi yang berlangsung cepat dan terkoordinasi menjadi gambaran bahwa sistem tanggap darurat telah dipersiapkan untuk mendukung keselamatan seluruh pihak selama perhelatan.

Persiapan tersebut menjadi semakin relevan menjelang race pertama MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026. Dengan dukungan dua helikopter Dauphin dan kesiapan lintas lembaga, Basarnas berupaya memastikan layanan pertolongan dapat diberikan secara responsif, terukur, dan berkesinambungan sepanjang agenda balap berlangsung.