SEMARANG, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, PT Jetour Sales Indonesia resmi memasarkan Jetour T2 i-DM dalam ajang GIIAS Semarang 2026. Kehadiran kendaraan ini di Semarang menandai perluasan pemasaran produk Jetour di Indonesia, sekaligus memperkenalkan pilihan SUV plug-in hybrid kepada masyarakat Jawa Tengah. Model tersebut ditawarkan dengan harga Rp705 juta on the road Semarang.
Jetour T2 i-DM hadir sebagai SUV plug-in hybrid yang membawa karakter kendaraan petualang. Perpaduan bentuk SUV dan sistem penggerak elektrifikasi membuat model ini diposisikan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan dengan penggunaan lebih fleksibel. Peluncurannya di GIIAS Semarang 2026 menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mendekatkan produk kepada calon pengguna di daerah.
Dengan karakter tersebut, Jetour T2 i-DM menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus perjalanan jarak jauh. Kendaraan ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi pengguna dengan mobilitas beragam, baik untuk berkendara di lingkungan perkotaan maupun melakukan perjalanan antarkota. Pendekatan itu sejalan dengan citra SUV petualang yang diusung oleh model ini.
Pemasaran resmi di Semarang juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat Jetour T2 i-DM melalui gelaran otomotif berskala regional tersebut. Penetapan harga Rp705 juta on the road Semarang menjadi informasi utama bagi calon konsumen yang sedang mempertimbangkan SUV plug-in hybrid. Melalui kehadiran ini, PT Jetour Sales Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pasar Jetour, khususnya di luar wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Jetour T2 i-DM menawarkan keunggulan utama pada kemampuan jarak tempuh yang mendukung dua mode penggerak. Dalam mode listrik murni, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 90 kilometer. Jarak tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan tenaga listrik untuk kebutuhan perjalanan tertentu, terutama ketika pengendara ingin menjalankan kendaraan tanpa mengandalkan mesin pembakaran. Angka 90 kilometer menjadi salah satu informasi penting dalam melihat fleksibilitas yang ditawarkan sistem penggerak plug-in hybrid.
Selain kemampuan dalam mode listrik, Jetour T2 i-DM memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 kilometer. Angka ini merujuk pada penggunaan gabungan tenaga listrik dan mesin dalam satu rangkaian perjalanan. Dengan demikian, kendaraan tidak hanya dirancang untuk perjalanan menggunakan daya listrik, tetapi juga memiliki dukungan mesin ketika kebutuhan perjalanan menuntut jarak yang lebih jauh. Perbedaan karakter kedua mode tersebut menjadi bagian penting dari daya tarik model ini.
Teknologi plug-in hybrid pada Jetour T2 i-DM memadukan tenaga listrik dan mesin untuk kebutuhan perjalanan yang berbeda. Mode listrik murni dapat digunakan ketika perjalanan berada dalam jangkauan 90 kilometer yang disebutkan, sedangkan sistem gabungan memberikan kemampuan perjalanan lebih dari 1.200 kilometer. Kombinasi tersebut menghadirkan pilihan penggunaan yang lebih beragam tanpa mengubah kedua angka jarak tempuh yang menjadi dasar informasi kendaraan ini.
Keunggulan jarak tempuh tersebut juga memperlihatkan cara Jetour T2 i-DM diposisikan sebagai kendaraan dengan kemampuan penggunaan yang fleksibel. Pengendara dapat mempertimbangkan mode listrik untuk kebutuhan tertentu dan memanfaatkan penggerak gabungan untuk perjalanan yang lebih panjang. Namun, penilaian ini terbatas pada jarak tempuh yang disebutkan, yakni 90 kilometer dalam mode listrik murni dan lebih dari 1.200 kilometer secara gabungan, tanpa menambahkan kesimpulan mengenai konsumsi bahan bakar, kapasitas baterai, atau performa teknis lainnya.
Semarang dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan pasar Jetour T2 i-DM karena kota ini berperan sebagai salah satu simpul perjalanan di Jawa. Letaknya memungkinkan pengguna menjangkau berbagai destinasi wisata, pusat kebudayaan, hingga kota-kota besar melalui jaringan jalan antardaerah. Dari Semarang, perjalanan dapat diarahkan menuju kawasan pegunungan Dieng dan Magelang, kemudian berlanjut ke Solo atau Yogyakarta. Rute tersebut menjadikan Semarang bukan hanya tujuan akhir, melainkan titik keberangkatan yang relevan bagi masyarakat dengan mobilitas lintas kota.
Jangkauan perjalanan yang luas juga membuka pilihan untuk rute yang lebih panjang. Pengguna dapat merencanakan perjalanan menuju Surabaya dan Malang di Jawa Timur, lalu meneruskannya ke Banyuwangi sebagai salah satu gerbang menuju Bali. Dalam konteks ini, kemampuan jarak tempuh gabungan Jetour T2 i-DM yang disebut mencapai lebih dari 1.200 kilometer memberikan fleksibilitas tambahan bagi perjalanan antarkota. Kombinasi tenaga listrik dan mesin pembakaran memungkinkan kendaraan digunakan untuk kebutuhan harian sekaligus perjalanan luar kota tanpa hanya bergantung pada satu sumber energi.
Keunggulan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran sebagian pengguna mobil listrik mengenai ketersediaan titik pengisian daya ketika bepergian ke luar kota. Rute menuju daerah wisata atau kota yang lebih jauh dapat menghadirkan kebutuhan perencanaan yang berbeda dibandingkan perjalanan di kawasan perkotaan. Sumber menyatakan bahwa jangkauan gabungan kendaraan ini membantu menjawab kekhawatiran tersebut, terutama dengan mengurangi ketergantungan pada pengisian daya sepanjang perjalanan. Namun, hal itu tidak berarti seluruh persoalan infrastruktur pengisian telah terselesaikan. Ketersediaan stasiun pengisian, kondisi rute, dan tujuan akhir tetap perlu diperiksa sebelum perjalanan. Dengan pertimbangan tersebut, Semarang menjadi lokasi yang sesuai untuk memperkenalkan kendaraan yang dirancang mendukung mobilitas regional secara lebih fleksibel.
Bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik, teknologi plug-in hybrid menawarkan pilihan transisi yang lebih fleksibel. Kendaraan jenis ini dapat digunakan dalam mode listrik untuk kebutuhan mobilitas harian, sekaligus tetap memiliki mesin pembakaran internal sebagai dukungan ketika perjalanan menempuh jarak lebih jauh. Pendekatan tersebut memungkinkan pengguna menikmati manfaat efisiensi energi tanpa harus langsung mengubah seluruh kebiasaan berkendara atau bergantung sepenuhnya pada ketersediaan stasiun pengisian daya.
Posisi itu menjadi salah satu nilai yang ditawarkan Jetour T2 i-DM melalui sistem intelligent dual mode. Perpaduan tenaga listrik dan mesin konvensional dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan, baik saat kendaraan digunakan di area perkotaan maupun ketika menempuh rute antarkota. Dengan jangkauan perjalanan lebih dari 1.200 kilometer, teknologi plug-in hybrid pada model ini memberikan keleluasaan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi dalam penggunaan sehari-hari, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah menyampaikan pada Rabu, 30 September 2026, bahwa melalui intelligent dual mode, Jetour T2 i-DM dirancang untuk menghadirkan efisiensi tenaga listrik bagi mobilitas sehari-hari sekaligus fleksibilitas dan kemampuan perjalanan jarak jauh. Pernyataan tersebut menegaskan peran plug-in hybrid sebagai alternatif bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan elektrifikasi kendaraan, namun belum ingin sepenuhnya meninggalkan kemudahan mesin pembakaran internal. Dengan karakter tersebut, Jetour T2 i-DM menyasar kebutuhan pengguna yang mengutamakan efisiensi, tetapi tetap memerlukan jangkauan dan kepraktisan dalam berbagai kondisi perjalanan.

