JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 18 September 2026, Pada tanggal 24 September, proses serah terima KRI Sriwijaya dari Italia kepada TNI Angkatan Laut (AL) akan berlangsung dengan khidmat. Acara ini menandai momen penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Italia, terutama dalam konteks kerjasama di bidang pertahanan. Penyerahan kapal ini merupakan langkah signifikan, yang mengilustrasikan komitmen kedua negara dalam meningkatkan kapasitas angkatan laut masing-masing.
Dalam serah terima ini, bendera nasional Italia akan resmi digantikan oleh bendera Merah Putih Indonesia, simbol kebanggaan bangsa. KRI Sriwijaya diharapkan tidak hanya akan memperkuat armada TNI AL, tetapi juga berfungsi sebagai alat diplomasi maritim yang efektif. Kehadiran kapal ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan maritim, serta membantu dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah perairan Indonesia.
Pejabat tinggi Tentara Nasional Indonesia, termasuk perwakilan dari Kementerian Pertahanan, dijadwalkan untuk hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan armada laut dan kehadiran TNI AL di berbagai perairan. Serah terima ini juga mencerminkan komitmen TNI AL dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan, yang menjadi bagian dari strategi peningkatan kemampuan angkatan laut Indonesia secara menyeluruh.
Selama acara serah terima, terdapat berbagai ritual dan tradisi yang akan diadakan, memperkuat nilai-nilai yang terkandung dalam militer. Acara ini diharapkan akan berlangsung dengan penuh rasa hormat untuk menghargai penyerahan kapal serta sejarah yang mengikutinya, menandai sebuah langkah maju dalam kerjasama pertahanan internasional.
Kapal induk yang sebelumnya dikenal dengan nama Giuseppe Garibaldi telah tiba di Tanjung Priok, Jakarta setelah melakukan perjalanan selama 25 hari dari Italia. Selama pelayaran tersebut, kapal ini sempat singgah di beberapa negara, termasuk Sri Lanka, yang menunjukkan rute perjalanan yang cukup panjang. Kedatangan kapal ini menjadi momen penting dalam sejarah armada TNI AL, menandai transisi yang signifikan dari kapal induk lama ke yang baru.
Kendati belum ada proses serah terima resmi yang dilaksanakan, kapal ini saat ini sudah berada di perairan Indonesia dan akan tetap bersandar di Jakarta. Kehadiran kapal induk yang baru ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan dan daya tempur TNI AL di kawasan. Penggantian nama dari Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya juga mencerminkan semangat baru dalam pengoperasian armada nasional, di mana nama Sriwijaya mengingatkan kita akan masa kejayaan sejarah maritim Indonesia.
Selama proses kedatangan, kapal induk tersebut disambut dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pihak militer serta masyarakat. Penjagaan ketat dilakukan di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara penyambutan. Kapal induk ini akan menjalani serangkaian pemeriksaan dan penyesuaian sebelum secara resmi beroperasi dalam tugas-tugas pertahanan dan keamanan laut.
Secara keseluruhan, kedatangan KRI Sriwijaya ini merupakan langkah maju bagi TNI AL dalam memperkuat pertahanan maritim Indonesia. Dengan dilengkapi teknologi dan sistem pertempuran modern, diharapkan kapal induk ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keamanan wilayah perairan Indonesia dan menambah kekuatan armada laut yang ada.
KRI Sriwijaya, sebagai simbol baru TNI AL, akan menjalani serangkaian perbaikan fisik dan pemeliharaan mesin sebelum resmi digunakan dalam operasi. Perubahan ini sangat penting untuk memastikan bahwa kapal dapat berfungsi dengan optimal dan sesuai dengan standar yang diharapkan oleh Angkatan Laut. Persiapan ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur kapal, sistem propulsi, dan semua peralatan yang diperlukan untuk mendukung misi di laut.
Proses perbaikan fisik tidak hanya berfokus pada aspek visual dari kapal, tetapi juga mencakup upgrade teknis yang akan meningkatkan kinerja dan keandalannya. TNI AL mengedepankan kesiapan operasional KRI Sriwijaya untuk menghadapi berbagai situasi di medan tempur, termasuk misi-misi yang berhubungan dengan pengamanan laut dan menjalankan operasi di luar situasi perang. Dengan demikian, setiap detail perbaikan harus diperhatikan secara seksama.
Setelah perbaikan, KRI Sriwijaya akan menjalani serangkaian uji coba untuk memastikan bahwa semua sistem berfungsi dengan baik. Ini termasuk uji coba sistem navigasi, mesin, dan senjata, yang semuanya bertujuan untuk membuktikan bahwa kapal siap secara teknik untuk digunakan di lapangan. TNI AL juga akan melaksanakan pelatihan bagi kru kapal untuk memastikan bahwa mereka memahami dan mampu mengoperasikan semua sistem yang terdapat dalam KRI Sriwijaya.
Dengan adanya KRI Sriwijaya, TNI AL diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Oleh karena itu, persiapan yang intensif menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mencapai tujuan ini, serta menjamin bahwa kapal ini dapat diandalkan dalam berbagai misi militer di masa depan.
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, telah mengungkapkan perasaan antusiasme dan harapannya yang tinggi terhadap kedatangan kapal perang terbaru, KRI Sriwijaya. Dalam pernyataannya, beliau menekankan pentingnya KRI Sriwijaya tidak hanya sebagai alat utama sistem senjata, tetapi juga sebagai simbol baru kekuatan dan modernisasi TNI Angkatan Laut. Kehadiran kapal ini merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan capabilities TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia.
Laksamana Muhammad Ali menekankan bahwa KRI Sriwijaya dirancang untuk memenuhi standar operasional yang tinggi serta mampu menjalankan berbagai misi, termasuk patrol laut, pengawasan wilayah, hingga terlibat dalam operasi militer jika diperlukan. Kapal ini diharapkan dapat memperkuat daya tangkal Indonesia di kawasan yang strategis, seiring dengan tantangan yang dihadapi negara di ranah pertahanan dan keamanan. KRI Sriwijaya diharapkan untuk berfungsi secara efektif dalam mengamankan sumber daya alam dan menjaga stabilitas regional.
Beliau juga menambahkan bahwa penilaian menyeluruh terhadap KRI Sriwijaya akan dilakukan untuk memastikan kapal tersebut dapat beroperasi dengan optimal. Sebagai kapal induk pertama Indonesia, harapannya, KRI Sriwijaya bisa membawa perubahan signifikan dalam operasi dan pertahanan. Laksamana Muhammad Ali menegaskan bahwa modernisasi TNI AL melalui pengadaan kapal-kapal seperti KRI Sriwijaya adalah bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan teknologi militer dan dinamika ancaman yang semakin kompleks di kawasan. Dengan demikian, KRI Sriwijaya bukan hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga harapan baru bagi keamanan maritim Indonesia di masa yang akan datang.
