Daerah  

Kepsek SDN Neglasari , Ai Nurhayati S.Pd, Pasca Gempa, Perpustakaan SDN Neglasari Kertasari Rusak dan Butuh Perbaikan Mendesak

Kabupaten Bandung Radarnusantara.net, Rabu. 22 Juli 2026 , Beberapa awak media menyambangi salah satu Sekolah Dasar Negeri , yang beralamat di Kampung Neglasari, Desa Cibeurem, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Jawa Barat, terkait pasca gempa di tahun.2024, hingga kini ruang perpustakaan di SDN Neglasari belum di perbaiki atau belum tersentuh oleh Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pendidikan Kabupaten .

Gempa yang mengguncang wilayah Kertasari pada saat itu tanggal 18 Seprember 2024 tahun lalu , di beberapa titik wilayah Kertasari termasuk di SDN Neglasari yang berjumlah 143 orang murid / siswa siswi dan meninggalkan, kerusakan di sejumlah fasilitas umum, termasuk di lingkungan sekolah ini

Salah satunya kerusakan parah adalah ruang Perpustakaan SDN Neglasari, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan saat ini tidak dapat digunakan.hingga kini belum ada perbaikan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, oleh Awak media, Salah seorang guru, melarang awak media untuk mendekat apa lagi membuka pintu bukan karena apa apa , melainkan takut keselamatan awak media itu sendiri , takut ambruk, dinding perpustakaan retak, plafon rusak , dan rak buku roboh. Kondisi tersebut membuat seluruh koleksi buku berserakan dan berisiko jika dipaksa digunakan.ujar Guru tersenut enggan di sebut namanya.

Kepala Sekolah, SDN Neglasari Ai Nurhayati , S.Pd, menyampaikan bahwa benar, apa yang di sampaikan oleh guru tersebut, penutupan perpustakaan dilakukan demi keamanan semua terutama siswa.
“Setelah gempa, kami langsung menutup perpustakaan. Kondisinya tidak aman untuk anak-anak. Buku-buku juga banyak yang jatuh dan rusak,” ujarnya lirih .

Perpustakaan selama ini menjadi pusat literasi bagi ratusan siswa SDN Neglasari. Dengan ditutupnya ruang tersebut, kegiatan membaca, peminjaman buku, dan program literasi sekolah terpaksa dihentikan sementara.ujarya.

Pihak sekolah berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, BPBD, Dinas Pendidikan, serta para donatur untuk segera memperbaiki kerusakan.

“Kami butuh perbaikan bangunan, secepatnya karena kasihan anak anak jadi terhambat Untuk membaca buku .
Agar bisa menambah pengetahuaan siswa, penggantian rak, dan bantuan buku. Anak-anak butuh ruang baca agar minat literasinya tetap terjaga,” jelasnya.

Ai juga menjelaskan, alhamdullilah untuk tahun 2026 ini ada penambahan siswa sebanyak di tahun 2025 ada 26 orang / siswa, kini di tahun 2026 ada penambahan 30 orang Anak murid / siswa. Siswi

Terkait dana Bos , alhamdullilah di tahun 2025, sekolah kami dapat 2 kali , salah satunya , kita gunakan untuk pengecetan , kantin sekolah alhamdullilah, sudah ada . Cuma belum di buka.
Tandasnya.

Reporter 🙁 Red 01 TR )

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *