Keberhasilan Komitmen Keselamatan di Lapangan Gas JTB

Keberhasilan Komitmen Keselamatan di Lapangan Gas JTB

PT Pertamina EP Cepu, yang beroperasi di Lapangan Gas JTB, telah mencapai prestasi yang luar biasa terkait keselamatan kerja. Dengan lebih dari 71.498.677 juta jam kerja selamat yang tercatat, perusahaan ini menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap prinsip-prinsip keselamatan di lingkungan kerja. Rekor ini mencerminkan upaya yang terus menerus dalam menciptakan dan menjaga budaya keselamatan, sehingga memungkinkan pekerja untuk melaksanakan tugas mereka tanpa mengalami cedera maupun kecelakaan.

Angka tersebut tidak hanya menunjukkan ketidakberadaan kehilangan waktu karena kecelakaan kerja, tetapi juga menyiratkan bahwa setiap anggota tim memiliki kesadaran yang kuat terhadap pentingnya keselamatan. Untuk mencapai jumlah jam kerja selamat yang signifikan ini, PT Pertamina EP Cepu menerapkan berbagai program pelatihan dan seminar mengenai keselamatan kerja, serta fasilitas yang mendukung keselamatan di lapangan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan untuk melakukan evaluasi risiko secara berkala, sehingga potensi bahaya dapat diminimalkan.

Lebih dari sekadar memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan, pencapaian ini menjadi tolak ukur bagi perusahaan dalam menilai efektivitas sistem manajemen keselamatan yang diterapkan. Dengan terus berfokus pada pencapaian jam kerja selamat yang semakin tinggi, PT Pertamina EP Cepu berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif. Perusahaan berkomitmen untuk mengimplementasikan praktik terbaik dalam keselamatan kerja dan mendorong setiap individu untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan, sebagai bagian dari budaya perusahaan yang lebih luas.

Di lapangan gas JTB, penerapan budaya keselamatan kerja merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. PT Pertamina EP Cepu, sebagai pengelola proyek ini, sangat menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap aspek operasionalnya. Dalam upaya mencapai hal ini, perusahaan telah menerapkan berbagai langkah strategis yang bertujuan untuk membangun reputasi keselamatan yang unggul.

Langkah pertama yang diambil adalah penerapan pelatihan rutin bagi seluruh karyawan. Pelatihan ini tidak hanya mencakup prosedur keselamatan dasar, tetapi juga simulasi keadaan darurat yang memungkinkan karyawan memahami dan menghadapi situasi berisiko tinggi dengan lebih baik. Melalui program ini, karyawan dilatih untuk mengenali potensi bahaya dan dilengkapiapkan dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi insiden yang mungkin terjadi.

Selain itu, PT Pertamina EP Cepu juga mendorong partisipasi aktif setiap individu dalam menjaga keselamatan. Setiap karyawan diharapkan untuk berperan serta dalam proses identifikasi bahaya dan pengelolaan risiko, menciptakan budaya dimana keselamatan menjadi prioritas utama. Penggunaan laporan keselamatan untuk melacak insiden dan hampir kecelakaan juga dilakukan secara konsisten, yang mendukung perbaikan berkelanjutan dalam prosedur operasional yang ada.

Penerapan sistem insentif bagi karyawan yang aktif dalam menjaga dan meningkatkan budaya keselamatan juga merupakan salah satu pendekatan yang diterapkan. Dengan memberikan penghargaan kepada individu atau tim yang berhasil mencapai pencapaian keselamatan, perusahaan berharap dapat mendorong komitmen yang lebih kuat terhadap keselamatan kerja. Ini menciptakan sebuah lingkungan yang positif dan kolaboratif di mana semua orang berusaha untuk disiplin dalam menjalankan prosedur keselamatan.

Langkah-langkah ini berkontribusi signifikan dalam pengelolaan operasional yang andal di lapangan gas JTB. Dengan fokus pada keselamatan, PT Pertamina EP Cepu tidak hanya melindungi karyawan dan asetnya tetapi juga reputasi perusahaan di industri energi. Ini menghasilkan suatu ekosistem kerja yang tidak hanya efisien tetapi juga berorientasi pada keselamatan, yang penting untuk kesuksesan jangka panjang proyek ini.

Afwan Daroni, General Manager Zona 12 PEPC, mengungkapkan pentingnya rekor keselamatan yang telah dicapai oleh tim di lapangan Gas JTB. Menurutnya, pencapaian ini lebih dari sekedar angka; itu adalah cerminan dari dedikasi dan kerja keras kolektif seluruh anggota tim serta mitra kerja. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa kerjasama yang baik dan komitmen dari semua pihak, pencapaian tersebut mungkin tidak akan terwujud.

Dalam pernyataannya, Afwan menekankan bahwa keselamatan di lapangan harus menjadi prioritas utama. Ia percaya bahwa keberhasilan yang diraih melalui upaya bersama ini bukan hanya sekedar hasil dari prosedur yang diterapkan, tetapi juga hasil dari budaya keselamatan yang telah diinternalisasi dalam setiap individu di tim. Setiap anggota tim, dari level manajemen hingga pekerja lapangan, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mendukung lingkungan kerja yang aman.

Lebih lanjut, Afwan menekankan pentingnya komunikasi yang efektif di semua pihak yang terlibat dalam operasi. Ia berpendapat bahwa dalam situasi yang menantang, kemampuan untuk berbagi informasi secara cepat dan jelas dapat menjadi faktor penentu dalam menjaga keselamatan. Dengan sikap terbuka dan siap menerima umpan balik, tim dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

Komitmen tim untuk menjalankan prinsip keselamatan ini bukan hanya diukur dari rekor yang telah dicapai, tetapi juga dari upaya berkelanjutan dalam pelatihan dan pengembangan karyawan. Afwan menyatakan bahwa investasi dalam pelatihan keselamatan akan memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di lapangan, serta menegaskan kembali komitmen terhadap keselamatan sebagai landasan utama operasional yang sukses.

PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pemimpin dalam industri energi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan. Salah satu inisiatif utama yang diprakarsai oleh perusahaan adalah dukungan mereka terhadap festival mangrove yang diadakan di Jawa Timur. Festival ini bukan hanya sekadar acara, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove, yang berperan krusial dalam melindungi garis pantai, mendukung keanekaragaman hayati, dan menyerap karbon dioksida.

Melalui partisipasi aktif dalam festival mangrove, PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa mereka berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam acara ini, berbagai aktivitas dilakukan, seperti penanaman pohon mangrove dan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sekitar. Dengan melibatkan komunitas lokal, perusahaan berupaya membangun kesadaran bersama tentang peran penting mangrove dalam menjaga keseimbangan alam dan mitigasi perubahan iklim.

Inisiatif ini mencerminkan pendekatan holistik PT Pertamina Patra Niaga terhadap tanggung jawab sosialnya. Perusahaan memahami bahwa keberhasilan dalam produksi energi tidak bisa dipisahkan dari kinerja lingkungan yang baik. Oleh karena itu, dukungan terhadap festival mangrove sejalan dengan tujuan mereka untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aplikatif ke depan. Dengan memastikan bahwa kegiatan energi mereka berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan, PT Pertamina Patra Niaga berupaya untuk menciptakan pengembangan yang harmonis produksi sumber daya energi dan pelestarian ekosistem mangrove. Sumber informasi: ngopibareng.id