Opini  

Tim Penyuluh Karhutla Dari Mabes TNI dan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 Gelar sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla

Bontang – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat TNI dengan menggencarkan edukasi langsung kepada masyarakat. Tim Penyuluh Bencana Karhutla dari Markas Besar TNI bersama Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 menggelar sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla bertempat di Lamin Makodim 0908/Bontang, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata TNI dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla. Sosialisasi diikuti tokoh masyarakat, warga Kelurahan Bontang Baru.

Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI, Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, S.A.P., M.Hub.Int., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan sekadar tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan benteng pertama dalam mencegah meluasnya kebakaran.

“Api besar selalu bermula dari percikan kecil. Karena itu, jangan sampai kebakaran yang awalnya kecil dibiarkan hingga berkembang menjadi bencana yang sulit dikendalikan,” tegas Kolonel Inf Toni Sri Hartanto.

Dalam penyuluhan tersebut, Kolonel Mar Farick, M.Tr.Opsla., S.H., M.H., menjelaskan berbagai faktor penyebab Karhutla, mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah atau sisa tanaman, puntung rokok, hingga kelalaian dalam menggunakan api di kawasan yang rawan terbakar.

Dijelaskan pula bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, kerusakan hutan serta lahan pertanian dan perkebunan, terganggunya habitat satwa, hingga kerugian ekonomi dan ancaman terhadap keselamatan jiwa.

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, membersihkan bahan mudah terbakar di sekitar permukiman serta meningkatkan pengawasan di kawasan rawan kebakaran.

Tim Penyuluh juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pemerintah kelurahan, TNI-Polri, pemadam kebakaran maupun pihak terkait. Apabila api masih kecil dan kondisi aman, masyarakat dapat melakukan pemadaman awal dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.

Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pembagian sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat. Kegiatan ditutup dengan foto bersama yang mencerminkan kuatnya kebersamaan antara TNI, relawan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan sejak dini. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, Karhutla dapat dicegah sebelum api membesar dan berubah menjadi bencana.

(Pendim 0908/Btg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *