Bontang – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan TNI melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI bersama unsur TNI dan pemerintah setempat memberikan penyuluhan pencegahan Karhutla kepada masyarakat di Gedung BPU Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya Karhutla, faktor penyebab, langkah pencegahan, hingga tindakan yang harus dilakukan apabila menemukan titik api. Kegiatan turut dihadiri Kasdim 0908/Bontang Mayor Asep Supriyatna, Danramil 0908-01/Loktuan Kapten Arh Yohanes Bay, Lurah Kanaan Hermin Della, A.Md., para Babinsa, relawan Damkar, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kota Bontang, para Ketua RT serta masyarakat Kelurahan Kanaan.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI, Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, S.A.P., M.Hub.Int., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan upaya nyata membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya kebakaran.
“Keberhasilan pencegahan Karhutla tidak pernah lepas dari kesadaran masyarakat. Api besar selalu bermula dari percikan kecil. Karena itu, pencegahan jauh lebih mudah, murah dan manusiawi daripada memadamkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya menghadapi kondisi cuaca panas dan kemarau. Kebiasaan membakar lahan maupun sampah secara sembarangan harus dihentikan karena api yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan, lingkungan, perekonomian serta keselamatan masyarakat.
Dalam penyuluhan tersebut, Kolonel Mar Farick, M.Tr.Opsla., S.H., M.H., menjelaskan bahwa faktor manusia, baik karena kesengajaan maupun kelalaian, menjadi salah satu penyebab utama Karhutla yang perlu mendapat perhatian serius. Sejumlah potensi penyebab antara lain pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah tanpa pengawasan, puntung rokok, serta penggunaan api di kawasan yang kering.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah pencegahan, di antaranya tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, membersihkan bahan mudah terbakar di sekitar permukiman, membuat sekat pada kawasan rawan kebakaran, meningkatkan pengawasan serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Apabila menemukan titik api, masyarakat diimbau tidak panik dan segera memberikan informasi kepada pemerintah setempat, TNI-Polri, pemadam kebakaran maupun pihak terkait dengan menyampaikan lokasi secara jelas. Pemadaman awal dapat dilakukan apabila kondisi masih aman, namun keselamatan diri harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Lurah Kanaan Hermin Della, A.Md., mengapresiasi pelaksanaan penyuluhan tersebut. Menurutnya, Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, sumber mata pencaharian serta menimbulkan kerugian ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kewaspadaan terhadap Karhutla sebagai budaya bersama. Sinergi antara TNI, pemerintah, relawan Damkar dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sejak dini, sejalan dengan semangat “Hutan Terjaga, Bangsa Berjaya, Mencegah Karhutla, Melindungi Kehidupan.”
(Pendim 0908/Btg)












